MANADO, UMMA – Prestasi membanggakan datang dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Manado (UMMA), Naiyla Cahya Armain, mahasiswa semester 1 Program Studi S1 Farmasi. Sebelum melanjutkan pendidikan di UMMA, Naiyla telah menorehkan prestasi dengan meraih Juara 3 Lomba Poster Tingkat Nasional kategori SMA/SMK/MA dalam rangka Semarak Hari Pangan Sedunia 2025 yang diselenggarakan di Universitas Khairun.
Naiyla, yang merupakan lulusan SMA Negeri 7 Halmahera Selatan, mengikuti kompetisi tersebut setelah mendapat rekomendasi dari guru. Kepercayaan sekolah untuk membawa nama daerah dan sekolah di tingkat nasional menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya.
“Waktu itu saya dipercayakan oleh sekolah untuk membawa nama sekolah ke tingkat nasional. Jadi selain menjadi kesempatan untuk mengembangkan diri, ini juga menjadi tanggung jawab yang ingin saya jalani sebaik mungkin,” ujar Naiyla.

Dalam kompetisi tersebut, Naiyla memilih kategori poster karena sesuai dengan minatnya pada desain visual. Karyanya mengangkat tema “Rempah sebagai Kekayaan Pangan Lokal Maluku Utara” dengan pesan “Pangan Lokal Menjadi Tradisi di Meja Makan.”
Melalui poster tersebut, Naiyla memperkenalkan sejumlah kekayaan pangan khas Maluku Utara, di antaranya Goro Balanga Sapi sebagai masakan tradisional khas Ternate, serta pala, kayu manis, dan ketumbar sebagai rempah yang memiliki peran dalam menciptakan aroma dan cita rasa masakan lokal.
Ia juga membawa slogan “Rempah Maluku Utara, Rasa Nusantara Mendunia!” sebagai pesan bahwa rempah tidak hanya memiliki nilai sebagai bahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya dan potensi ekonomi daerah.
Menariknya, poster tersebut dikerjakan hanya satu hari sebelum batas waktu pengumpulan. Naiyla mengaku mendapatkan banyak dukungan dari guru pendamping yang membantu memberikan masukan terkait konten maupun tata letak poster.
“Tantangan terbesarnya adalah manajemen waktu karena harus membagi fokus antara sekolah dan mengerjakan poster. Saya mengatasinya dengan membuat jadwal kerja yang jelas dan tidak menunda proses desain,” ungkapnya.
Setelah melalui proses seleksi dan penilaian juri, Naiyla dinyatakan sebagai Juara 3. Pengumuman dilakukan secara daring melalui Universitas Khairun karena pada saat itu dirinya telah berada di kelas 3 SMA dan sedang mempersiapkan ujian.
“Jujur, awalnya kaget banget karena pesertanya dari seluruh Indonesia. Setelah itu baru terasa lega dan bersyukur, karena semua usaha dan begadang bikin desain akhirnya terbayar,” tuturnya.
Meski prestasi tersebut diraih ketika masih duduk di bangku SMA, Naiyla menilai pengalaman itu menjadi salah satu pondasi penting dalam perjalanan dirinya hingga melanjutkan pendidikan di UMMA. Pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya diri untuk terus berkarya dan mengikuti berbagai kegiatan.

“Prestasi ini jadi bukti kalau usaha yang konsisten itu tidak pernah bohong. Ini juga menambah rasa percaya diri saya untuk berani mencoba hal-hal baru ke depannya,” katanya.
Sebagai mahasiswa baru S1 Farmasi UMMA, Naiyla berharap prestasi tersebut menjadi awal untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengikuti kompetisi lainnya. Ia juga mengajak mahasiswa UMMA untuk berani mengeksplorasi potensi diri.
“Jangan takut untuk mulai. Rasa ragu itu wajar, tetapi jangan sampai membuat kita tidak mencoba sama sekali. Manfaatkan waktu kuliah untuk mengeksplor kemampuan diri,” pesannya.