MANADO, UMMA – Kondisi kesehatan tak menyurutkan semangat Meysya Putri B. Mokoagow, mahasiswa baru Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado (UMMA), mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru (ORMABA) 2026, Selasa, 13 Oktober 2026. Setelah hampir sebulan absen dari kegiatan kampus, mahasiswa asal Desa Torosik, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, ini akhirnya kembali dengan menggunakan kursi roda.
Cedera tersebut dialami Meysya saat berada di salah satu pusat perbelanjaan di Manado. Ketika gempa bumi terjadi, ia berlari untuk menyelamatkan diri, tetapi terjatuh hingga mengalami dislokasi lutut akibat benturan yang cukup kuat.
Bagi Meysya, keikutsertaan dalam ORMABA menjadi momen istimewa karena ia dapat kembali berkumpul dengan teman-temannya setelah hampir sebulan tidak mengikuti aktivitas kampus.
“Saya sangat senang karena dapat berkumpul lagi dengan teman-teman. Hampir sebulan saya tidak dapat mengikuti kegiatan apa pun di kampus,” ungkapnya.

Meski masih menahan sakit, Meysya tetap bersemangat mengikuti kegiatan. Hari itu juga menjadi kesempatan pertamanya kembali ke kampus sejak mengalami cedera. Selama kegiatan berlangsung, panitia dan teman-teman mahasiswa, termasuk dari program studi lain, turut membantunya.
“Dari pertama saya sampai di kampus, saya dibantu berjalan oleh panitia. Ada beberapa teman saya, bahkan teman-teman dari prodi lain juga membantu. Saya sangat terharu karena kakak-kakak senior dan teman-teman di Universitas Muhammadiyah Manado sangat baik,” tuturnya.
Menurut Meysya, rasa sakit akibat cedera menjadi kendala utama yang dirasakannya. Namun, perhatian dan bantuan dari panitia serta sesama mahasiswa membuatnya merasa nyaman selama mengikuti ORMABA.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan baginya, sekaligus memperlihatkan arti kepedulian dan kebersamaan di lingkungan kampus.
Ke depan, Meysya berharap dapat segera pulih sepenuhnya agar kembali aktif mengikuti perkuliahan dan berbagai kegiatan kemahasiswaan.
“Harapan saya, pertama ingin sembuh total dulu. Setelah itu, saya ingin aktif dan menjalani perkuliahan dengan baik serta memberikan kontribusi positif bagi kampus,” tutupnya.
Kisah Meysya menjadi gambaran semangat mahasiswa dalam menjalani awal perjalanan akademik, sekaligus mengingatkan bahwa dukungan dan kepedulian antarsesama merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan kampus yang inklusif dan penuh kebersamaan.