Siapkan Perawat Berdaya Saing, Mahasiswa Profesi Ners UM Manado Perkuat Budaya Keselamatan Pasien

Belajar menjadi perawat tidak hanya dilakukan di ruang kelas. Mahasiswa Profesi Ners Angkatan XVII Universitas Muhammadiyah Manado (UM Manado) membuktikannya melalui Stase Manajemen Keperawatan yang digelar di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.

Selama praktik, mahasiswa ditempatkan di empat ruang rawat inap, yakni Filipi, Efesus, Ribka, dan Hana. Mereka mempelajari bagaimana sistem pelayanan keperawatan berjalan sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang ditemui di setiap ruangan. Proses tersebut dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada tenaga kesehatan.

Temuan-temuan itu kemudian menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menyusun program perbaikan sesuai kebutuhan masing-masing unit. Dengan cara tersebut, mereka tidak hanya belajar menyelesaikan masalah, tetapi juga memahami bagaimana sebuah layanan kesehatan dikelola secara efektif.

Berbagai kegiatan manajemen keperawatan turut menjadi bagian dari pembelajaran, mulai dari hand over, ronde keperawatan, hingga penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam pelayanan. Pengalaman tersebut melatih mahasiswa untuk bekerja sama dalam tim, berkomunikasi dengan tenaga kesehatan, mengambil keputusan, sekaligus membangun jiwa kepemimpinan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan workshop bertajuk Building a Patient Safety Culture: Penguatan Kompetensi Perawat dalam Implementasi Sasaran Keselamatan Pasien di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado pada 1 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan antara akademisi dan praktisi kesehatan mengenai pentingnya membangun budaya keselamatan pasien di rumah sakit.

Workshop dibuka oleh Direktur RSU GMIM Pancaran Kasih Manado, dr. Gafri Bofi Kasenda, M.Kes., didampingi Wakil Direktur SDM, dr. Anggi Kardia Worang, M.Kes. Kegiatan tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Manado, Prof. Dr. Atok Mifhtacul Hudha, M.Pd., Ketua Program Studi Profesi Ners Rahmat H. Djalil, M.Kep., kepala ruangan, serta perawat dari berbagai unit pelayanan.

Selama pelaksanaan stase, mahasiswa mendapat pendampingan dari para Clinical Instructor (CI) di setiap ruangan bersama Clinical Teacher (CT), yakni Ns. Silvia Dewi Mayasari Riu, M.Kep., Ns. Irma M. Yahya, M.Kes., dan Ns. Norman Alfiat Talibo, M.Kep. Pendampingan ini membantu mahasiswa menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di lapangan.

Kolaborasi antara UM Manado dan RSU GMIM Pancaran Kasih Manado menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan profesi yang dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Harapannya, lulusan Profesi Ners tidak hanya memiliki keterampilan klinis, tetapi juga mampu memimpin, mengelola pelayanan, serta mengutamakan keselamatan pasien dalam setiap praktik keperawatan.