Dari Dangdut hingga Fotografi, Mahasiswa UM Manado Borong Piala di Kompetisi Nasional

Manado – Keraguan tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih prestasi. Hal itu dibuktikan oleh dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Manado (UM Manado) yang berhasil mengharumkan nama kampus pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida). Mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan, Leila Shalwa, berhasil meraih Juara I Lomba Dangdut Putri sekaligus memastikan diri melaju ke Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas). Sementara itu, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Hukum semester 2, Gizza Athaarig Dzulfikar Bima Putra, meraih Juara Harapan II pada cabang Lomba Fotografi.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UM Manado tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang seni. Keberhasilan keduanya turut mencerminkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui berbagai ajang kompetisi.

Bagi Gizza, kecintaannya terhadap fotografi menjadi alasan utama mengikuti Peksimida. Pada kompetisi tersebut, ia mengangkat tema Human Interest dengan pendekatan fotografi dokumenter atau jurnalistik. Meski harus bersaing dengan peserta yang memiliki perlengkapan fotografi lebih lengkap, ia memilih untuk tetap percaya diri dan mengandalkan kemampuan yang dimiliki.

Saya memang sudah memiliki passion di bidang fotografi sejak lama. Tantangan terbesar bukan hanya mental, tetapi juga bersaing dengan peserta lain yang memiliki peralatan lebih lengkap. Namun, saya percaya bahwa hasil karya tidak hanya ditentukan oleh kamera, tetapi juga cara kita melihat sebuah momen,” ungkapnya.

Mahasiswa semester dua itu mengaku bangga ketika namanya diumumkan sebagai Juara Harapan II. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi prestasi pertama yang berhasil ia raih sekaligus pencapaian baru bagi UM Manado pada cabang lomba fotografi.

Ia juga membagikan pesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba berbagai kesempatan. “Jangan hanya sibuk mencari kenyamanan. Sibukkan diri mencari pengalaman sebanyak mungkin. Jangan takut gagal, karena terkadang foto yang menurut kita biasa saja justru memiliki nilai lebih di mata orang lain,” pesannya.

Sementara itu, perjalanan Leila Shalwa menuju Juara I Lomba Dangdut Putri justru diawali dengan rasa tidak percaya diri. Mahasiswa semester enam Program Studi S1 Kebidanan itu mengaku sempat ragu mengikuti kompetisi karena merasa belum cukup layak. Namun, dukungan keluarga, teman, dan lingkungan kampus membuatnya berani mengambil kesempatan tersebut.

Saya awalnya ragu ikut karena merasa belum pantas. Tapi teman-teman terus mendukung saya untuk mencoba. Saya latihan hampir setiap hari di sela-sela mengerjakan tugas. Saat tampil, saya hanya berusaha percaya pada diri sendiri karena kalau kita tidak yakin dengan kemampuan kita, orang lain juga akan sulit percaya,” tuturnya.

Pada babak perlombaan, Leila membawakan lagu wajib Laksamana Raja di Lautbkarya Iyeth Bustami dan lagu pilihan Bunga Pengantin yang dipopulerkan Rita Sugiarto. Ia sengaja memilih lagu dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi sebagai tantangan untuk menunjukkan kemampuan vokalnya.

Keberhasilan meraih Juara I sekaligus tiket menuju Peksiminas disambut dengan rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar. Menurutnya, persiapan menuju tingkat nasional akan difokuskan pada peningkatan teknik vokal, mulai dari cengkok, vibrasi, teknik pernapasan, hingga pengambilan nada agar dapat memberikan penampilan terbaik.

Harapan saya, semoga bisa mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Manado di tingkat nasional sehingga kampus kita semakin dikenal, tidak hanya di Sulawesi Utara tetapi juga di tingkat nasional,” ujarnya.

Keduanya sepakat bahwa Peksimida merupakan wadah penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat sekaligus membangun rasa percaya diri. Mereka juga mengapresiasi dukungan penuh dari Universitas Muhammadiyah Manado yang dinilai hadir sejak proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.

“UM Manado memberikan dukungan penuh, mulai dari fasilitas, pendampingan dosen, hingga perhatian selama mengikuti perlombaan. Dukungan itu menjadi motivasi besar bagi kami untuk memberikan hasil terbaik,” ungkap keduanya.

Prestasi yang diraih Leila Shalwa dan Gizza Athaarig Dzulfikar Bima Putra diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UM Manado lainnya untuk terus berani berkarya, mengembangkan potensi, serta membawa nama baik universitas di berbagai kompetisi, baik di tingkat daerah maupun nasional.